Minggu, 24 Juni 2012

Manusia dan Harapan

Sudah tahu belum harapan itu apa ?
Manusia sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan sesuatu komunitas lingkungan hidup, yakni ditengah-tengah keluarga, tetangga, teman-teman, dan lingkungan masyarakat yang lebih luas. Yang pasti diantara lingkungan tersebut ada yang membuat manusia mengharapkan sesuatu seperti apa yang diinginkannya, dan secara naluriyah manusia memiliki sifat yang ingin memiliki hal yang lebih baik dari apa yang sudah dimilikinya.

 
 
Kenapa manusia memiliki harapan ?
 
Dilihat dari dolrongan kodratnya sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak diciptakan oleh Tuhan misalnya menangis, bergembira, berfikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan lain-lain. Setiap manusia mempunyai kemampuan itu semua.
 
Sudah kodrat juga manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup, dan kebutuhan itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas :  kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
 
  • Kebutuhan jasmaniah misalnya : sandang, pangan, papan, ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
  • Kebutuhan rohaniah misalnya : Selain kebutuhan jasmani, jenis kebutuhan lain yang juga penting adalah kebutuhan rohani atau kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Contoh kebutuhan rohani antara lain beribadah, mendengarkan ceramah agama, dan mendengarkan wejangan atau nasihat tentang budi pekerti yang luhur.
Manusia yang memiliki harapan pasti selalu berusaha agar harapannya akan dapat terwujud, namun dengan hanya berusaha tanpa adanya do’a harapan itu akan sulit bahkan tidak terwujud tanpa adanya kekuatan do’a karna do’a tidak hanya mengantarkan manusia kepada harapan yang dia inginkan tapi membuat dirinya menjadi lebih baik lagi dimata Tuhan yang telah menciptakannya.
 
Harapan akhir manusia
 
Dalam hidup di dunia, manusia dihadapkan pada persoalan yang beragam baik itu masalah positif maupun negative. Untuk menghadapi persoalan hidup tersebut manusia perlu belajar dari manusia lainnya baik formal maupun informal agar memiliki kehidupan yang sejahtera menurut Aristoteles, hidup dan kehidupan itu berasal dari generation spontanea, yang berarti kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Kebutuhan manusia terbagi atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Ada yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi namun juga ada yang sebaliknya. Terkait dengan tingkat kesadaran kehidupan beragama, manusia akan semakin yakin bahwa mereka akan mati.
 
Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalankan ibadahnya. Ia akan menjalankan perintah Tuhan melalui agama, serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkannya demi kehidupan yang abadi di akherat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terakhir manusia.
 
sumber : E-book IBD Universitas Gunadarma


Tidak ada komentar:

Posting Komentar