Senin, 09 April 2012

Cara menampilkan Database pada Delphi

BERIKUT ADALAH KOMPONEN-KOMPONEN DAN PENJELASANNYA :

  • ADOConnection : komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara file data base yang telah dibuat dengan Delphi. Caranya : klik 2 kali pada komponen tersebut, kemudian pilih “Edit Connection String”, klik “Build”, pilih providernya yaitu “Microsoft JET 4.0 OLE DB provider”, klik “Next”, kemudian pilih file data base yang ingin di tampilkan pada Delphi, setelah di pilih file data base yang di inginkan lalu klik “Test Connection” untuk memastikan apakah file tersebut ada dan terhubung, kemudian klik “Ok”. Properties pada komponen yang harus di ubah adalah : Connected dari FALSE menjadi TRUE, ADO Name pada kolom diisikan Connection1, Login Prompt dari TRUE menjadi  FALSE.
  • ADOTable : komponen ini berfungsi untuk mengambil tabel pada data base yang akan di tampilkan oleh Delphi.Properties pada komponen yang harus di ubah adalah : Active dari FALSE menjadi TRUE, Connection pada kolom diisikan  ADOConnection1, TableName pada kolom diisikan Table1.
  • Data Source : komponen ini berfungsi untuk mengakses data dari sumber data, yaitu direktori yang di pilih pada saat memilih file data base. Properties pada komponen yang harus di ubah adalah : DataSet pada kolom diisikan ADOTable1.
  • DBGrid : komponen ini berfungsi untuk menampilkan tabel dari data base yang telah di buat dan di koneksikan ke Delphi. Properties pada komponen yang harus di ubah adalah : DataSource pada kolom diisikan DataSource1.
  • DBNavigator : komponen ini berfungsi sebagai navigator untuk melihat hasil dari data base yang telah dibuat dan di koneksikan pada Delphi. Properties pada komponen yang harus di ubah adalah : DataSource pada kolom diisikan  DataSource1.


Sabtu, 07 April 2012

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.

Cobaan atau penderitaan akan selalu ada dan datang kepada manusia sebagai ujian dari Allah, oleh karna itu manusia harus selalu bertawakal kepada Allah dan selalu mengingatnya, Allah tidak akan memberikan penderitaan atau cobaan melebihi dari kekuatan hamba-Nya. Itu sebagai bukti bahwa Allah sangat menyayangi hamba-Nya, dan sebagai bukti juga bahwa hamba-Nya telah lulus dari cobaan yang Allah beri dengan cara selalu bersyukur dan selalu mengingat-Nya.

Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
  1. kota – kota besar
  2. anak-anak muda usia
  3. wanita
  4. orang yang tidak beragama
  5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
  2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,  atau ingin bunuh diri.


sumber : 


www.elearning.gunadarma.ac.id
http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manusia-dan-penderitaan.html

Manusia dan Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Keindahan dapat di lampiaskan dalam kesenian diantaranya yaitu : Lukisan, Tarian, Suara dari alat musik, Seni rupa, dan masih banyak lagi.

Renungan : Muslim atau manusia yang beragama islam harus menyadari bahwa segala sesuatu yang berada di dunia adalah ciptaan Allah SWT, oleh karna itu umat muslim harus mensyukuri tentang keindahan yang telah dia lihat dan merasa kagum serta mengucapkan Subhanallah sebagai rasa kagum dan memuji karunia yang telah Allah berikan dalam bentuk keindahan.

sumber : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-keindahan

Manusia dan Cinta Kasih

     Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Dengan demikian dua kata cinta dan kasih memiliki arti tersendiri. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhan-Nya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintah-Nya.

     Manusia dalam kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin memiliki seutuhnya, apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka akan timbul rasa cinta sesaat. Cinta adalah makna yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan, karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi.

     Tingkatan cinta dan kasih dalam beragama Islam yaitu :

1. Cinta kepada Allah SWT.

Cinta kasih kepada Allah SWT, yang paling utama karna Dia adalah sang pencipta seluruh alam semesta beserta isinya dan karna-Nya manusia di ciptakan dan di hidupkan di dunia sebagai Khalifah, oleh karna itu umat muslim atau manusia yang mengaku bahwa dirinya beragama Islam dia harus selalu mengingat-Nya, selalu menyebut nama-Nya dan mengakui keagungan-Nya sebagai Tuhan yang Maha pencipta, karna Allah rindu terhadap setiap hamba-Nya yang selalu mengingatnya.


2. Cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Setelah mencintai Allah sebagai tuhan kita (umat muslim), kita juga harus mencintai Nabi Muhammad SAW, cinta kepada Nabi Muhammad SAW atau Rassulullah SAW berada di peringkat kedua karna Dia adalah tauladan umat muslim dan Dia yang menegakan dan menyebarkan agama Islam. Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Mekah. Ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibu-Nya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran Nabi Muhammad SAW itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka’abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.

3. Cinta kepada kedua Orang Tua.

 

Setelah cinta kasih kepada Allah dan Rassul-Nya kita sebagai anak beragama Islam harus mencintai kedua orang tua dengan sepenuhnya, karna merekalah yang selalu ada untuk kita disaat kita butuh, disaat senang dan susah, disaat bersemangat dan letih mereka selalu tersenyum untuk kita. Teutama orang tua yang bernama ibu, dalam keluarga ibu adalah sosok wanita yang kuat, yang melahirkan anaknya dan membesarkan anak-anaknya didalam Islam sebagai anak tingkat cinta kepada orang tua yaitu, pertama ibu, kedua ibu, dan ketiga ibu, dan kemudian ayah. Kenapa ibu 3 kali di sebutkan ? karna dia yang mengandung kita dalam kandungan selama 9 bulan dan berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kita, sebagai anak kita harus selalu menyayanginya dengan sepenuh hati dan surga berada di kaki ibu. Seorang ayah sebagai orang tua juga tidak kalah berjasa dengan ibu, ayah mencari nafkah pagi hingga petang untuk menghidupi keluarganya, ayah harus memiliki sifat kepemimpinan karna ayah adalah tulang punggung keluarga, dan pemimpin dalam keluarganya.

4. Cinta kepada Kakak dan Adik.

Cinta kepada Kakak dan Adik juga tidak kalah penting karna mereka adalah saudara kandung dari ayah dan ibu, sebagai anggota keluarga seorang anak harus mencintai kaka dan adiknya, karna mereka adalah saudara sedarah dan daging.

5. Cinta sesama umat beragama Islam (Muslim).


Cinta kepada sesama umat Islam dapat ditunjukan dengan adanya solidaritas,saling membantu, saling menolong antara umat beragama Islam, selalu menjaga Ukhuwah Islamiah yang diajarkan oleh Rassulullah SAW. Dan juga manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial yang artinya makhluk yang saling membutuhkan antara 1 dengan yang lainnya, serta harus saling menghargai sesama muslim.

tulisan ini dibuat dengan segala kekurangan dari penulis, kekurangan hanya milik penulis dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Wassalamualaikum, WR,WB.

sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-cinta-kasih/
             http://syafii.wordpress.com/2007/03/30/kisah-nabi-muhammad-saw/

Jumat, 06 April 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan

     Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

     Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh, literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka. Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita. Tidak heran apabila para pendiri bangsa mampu melebur diri dalam Bhineka Tunggal Ika. Kearifan budaya lokal masih kuat.

Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan : 

  • Agama
  • Bahasa
  • Kesenian
  • Kesusastraan (contoh : Prosa,Puisi,dll.) dll.
     Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak.


A. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

     Istilah prosa banyak padananya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal prosa lama dan prosa baru :

Prosa lama meliputi :
  1. Dongeng-dongeng
  2. Hikayat
  3. Sejarah
  4. Epos
  5. Cerita pelipur lara
Prosa baru meliputi :
  1. Cerita pendek
  2. Roman/Novel
  3. Biografi
  4. Kisah
  5. Otobiografi
B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI.

     Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara pada dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
  • Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb. Sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan member kejelasan gambaran angan. 
  • Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda atau baynak tafsir. 
  • Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau. 
  • Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang suda diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu. 
  • Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati. 
     Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan Tuhan dan alam-Nya.

Sumber :

Rabu, 28 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan (Kebudayaan Masyarakat Sunda)

            Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha.Selatan.

            Bandung salah satunya kota yang terkenal dengan istilah kota kembang karena, penduduknya yang sebagian besar berparas cantik dan rupawan, hal sebut di karenakan penduduk Bandung atau orang pasundan gemar mengkonsumsi sayur mayur sebagai lalaban pendamping menu makan mereka sehari-hari.

            Masyarakat sunda atau orang pasundan juga sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormatiorangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalambahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untukorang tua. Mereka juga menerapkan peribahasa (paribasa) silih asah silih asih silih asuh yang artinya saling menyayangi antara sesama manusia.

            Kesenian dari budaya Sunda diantaranya adalah tari jaipong, tari jaipong adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik, dan salah satu bagian dari tari jaipong adalah tarian ketuk tilu, Tarian Ketuk Tilu , sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah.  Alat musik khas sunda yaitu, angklung, rampak kendangsulingkecapigong,calungAngklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu , yang unik , enak didengar angklung juga sudah menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia. Rampak kendang adalah salah satu instrumen musik tradisional yang di mainkan bersamma – sama instrumen lainnya.

            Sisingaan adalah kesenian khas Sunda yang menampilkan 2 – 4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acra khitanan.

            Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita perwayangan. Wayang diamainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan, salah satu dalang kondang yang memainkan wayang golek yaitu Asep Sunandar Sunarya, dan salah satu tokoh wayang yang menjadi maskot adalah si Cepot, Cepot selalu membawa perkakas khas Sunda yaitu bedog, dan sering di kaitkan dengan hukum di Indonesia “tumpul di atas dan tajam di bawah”.

            Masakan atau Asakan khas Sunda zaman dulu ternyata memiliki rasa pedas yang dominan. Sebab hampir di setiap masakan sayur maupun daging olahan, para orang tua zaman dulu selalu menggunakan cabai sebagai bumbu. Kalau pun tidak memakai bumbu pedas, pastilah ada sambal yang dihidangkan bersama lalaban segar. Ciri khas lain asakan Sunda yaitu kreatif memanfaatkan bahan dasar yang bagi kebanyakan orang dianggap tidak bermanfaat. Misalnya tumis genjer yang bahan dasarnya diambil dari tanaman gulma di sela tanaman padi, sayur kadedemes atau kulit singkong yang seringkali dianggap beracun, goreng impun garing yang terbuat dari ikan-ikan kecil yang hidup liar di sungai, atau tutut, hama keong yang hidup di sawah.

            Makanan-makanan khas Sunda yang familiar diantaranya adalah sayur asem, tutug oncom, colenak, taucho, ayam bakakak, nasi liwet, urap ayam goreng, tahu kuning, tempe bacem, tempe oreg, dan sebagian besar kuliner tersebut sering di damping dengan sambal dan sayuran atau lalaban.

            Perkakas yang biasa di gunakan oleh masyarakat kas sunda diantaranya adalah :
·         Hihid : hihid adalah kipas yang di buat dari anyaman bambu, biasanya digunakan sebagai kipas untuk mendinginkan nasi yang sudah matang.
·         Samak : samak atau tikar yang di buat dari anyaman daun pandan, biasanya digunakan sebagai alas untuk duduk.
·         Boboko : boboko adalah tempat nasi yang biasa di buat dari anyaman bambu.
·         Bedog : bedog adalah perkakas khas suku sunda yang biasa di gunakan untuk membelah sesuatu.
·         Nyiru : nyiru adalah alat untuk memisahkan gabah dengan beras, yang biasanya di buat dari anyaman bambu.


                           http://jabar.tribunnews.com/index.php/read/artikel/11411/khas-asakan-sunda
                           http://dendyfuadinug.blogspot.com


Ilmu Budaya Dasar Sebagai bagian dari MKDU

Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang :
  1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia
  2. Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain
  3. memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral  didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan
  4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meingkatkan kualitassnya, maupun lingkungan alamiahnya dan secara bersama-sama berperan serta didalam pelestariannya.
Jadi pendidikan umum yang menitik beratkan paa usaha mengembangkan  kepribadian mahasiswa, pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah Bantu yang bertujuan menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya. Demikian juga berbeda degnan pendidikan keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang atau disiplin ilmunya.


Pengertian Ilmu Budaya Dasar

            Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang pastinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
            Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
  1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
  2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
  3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.


Tujuan Ilmu Budaya Dasar

            Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  4. menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.




Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya  sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
  1. Manusia dan cinta kasih
  2. Manusia dan Keindahan
  3. Manusia dan Penderitaan
  4. Manusia dan Keadilan
  5. Manusia dan Pandangan hidup
  6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan


Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari  karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepntingan masyarakat.
               Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan  alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideologi, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
               Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.Atas dadar itulah  para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
  1. unsur religi
  2. sistem kemasyarakatan
  3. sistem peralatan
  4. sistem mata pencaharian hidup
  5. sistem bahasa
  6. sistem pengetahuan
  7. seni
Bertitik tilah dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
  1. wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
  2. kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia
Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.